3 tahapan membangun dan mengembangkan bisnis

Salah satu yang perlu disyukuri ketika menjadi Top 30 maker kota Bandung di acara Makerfest 2018 ini adalah, kami memiliki kesempatan mengikuti coaching class, dengan pemateri Coach Ferdy D. Savio, seorang CEO Smartplus Accelerator, yang telah memiliki International Certified Coach & NLP Trainer. Acara diselenggarakan di Eduplex Co-working Space Bandung.

Di slide pertama kami disuguhi dengan beberapa logo perusahaan dengan title “Bisnis yang Sudah Hilang”, di sana terdapat logo Friendster, Kodak, O2. Dimana kami dijelaskan bagaimana sebuah relevansi pasar mempengaruhi bisnis, bagaimana menciptakan inovasi yang harus berdasarkan perilaku konsumen,  ancaman atau peluang jangan hanya dilihat dari sudut pandang kita tetapi sudut pandang sebagai kompetitor, dan kemunculan inovasi yang terlalu inovatif untuk jamannya. Di slide selanjutnya terdapat logo dari beberapa perusahaan dengan title “Bisnis yang Masih Bertahan” yaitu logo Nokia, Pos Indonesia, Blackberry. Dimana pengalaman perusahaan tersebut mengajarkan kita bahwa sangat penting untuk membaca kebutuhan pasar pada waktu yang tepat. Karena berdasarkan analysis of 101 startup post-mortems, 3 besar alasan mengapa sebuah perusahaan startup gagal adalah 42% karena tidak adanya kebutuhan pasar akan bisnis yang kita jalani, 29% karena kehabisan modal, dan 23% karena bisnis tersebut tidak hadir diwaktu yang tepat.

“What you really need is a market, not an idea” -Paul Finn

Masuk ke materi, kami dikenalkan dengan sebuah proses untuk membangun dan mengembangkan sebuah bisnis bernama SBM (Smart Business Map), yang ternyata SBM pun memiliki fungsi untuk mendiagnosa kesehatan sebuah bisnis. SBM terbagi menjadi 3 area, yaitu Playing Field (yang mana menurut coach Ferdy merupakan area krusial yang sangat menentukan kesehatan sebuah bisnis), Market Landscape, dan Operational Profitability.

PLAYING FIELD

Merupakan arena bermain bisnis yang sedang dijalani, sangat penting mengetahui kita sedang bermain di industri apa? informasi apa yang harus kita ketahui di industri tersebut? adakah asosiasi di industri tersebut? siapa kompetitor kita? merupakan hal-hal yang perlu digodok di area playing field ini. Sehingga muncul lah pertanyaan pertama

1. What is the problem that you are trying to solve?

Pada poin ini kami digiring menganalisa bisnis kami dengan problem mapping sehinga problem yang kami miliki mejadi semakinn spesifik, karena apabila kita mampu mengidentifikasi sebuah masalah dengan semakin spesifik, maka solusi yang ditawarkan akan semakin kena sasaran, mantap ya.

Contoh bisnis yang dianalisa menggunakan problem mapping:

“Customer don’t care about your solution. They care about their problem” -Dave McClure

2. Who has the problem?

Ya, setelah mengetahui problemnya, harus tahu dong ya siapa sih yang punya problem tersebut? Disini kami harus membayangkan siapa sih target konsumen kita yang ideal dengan mengidentifikasi market segmentation.

  • geographic apakah konsumen kita orang yang tinggal di kota besar, kota kelas I/II, dalam/luar negri
  • demographic apa gender konsumen kita, usia berapa tahun, kelas ekonomi A/B/C, apa pekerjaannya
  • psycographic apasih minat konsumen kita, apa yang dijadikan preferensi  mereka, dan apa kesukaan mereka
  • behavior apa yang menjadi kebiasaan perilaku konsumen

“Even multi billion dollar corporations don’t sell to ‘everyone'”

3. What is the solution

di pertanyaan ini kami langsung praktek me-list apa saja sih solusi yang sudah ada di pasar sekarang mengenai problematika yang kami pilih pada poin satu tadi. dan apakah solusi yang kami tawarkan create new solution, atau discrupt excisting solution, atau ada di create the same excisting solution. Ketika kami mencoba menjawab pertanyaan ini, Coach Ferdy berpesan

“Jangan takut atau malu untuk menawarkan solusi yang sudah ada di pasar, kadang tidak apa-apa kita menjadi bagian dari arus tersebut yang akhirnya bisa menjadi penguasa arus, dari pada kita menjadi pelawan arus”.

Yang paling penting adalah sekonsisten apakah kita menjalani bisnis? percayakah pada bisnis sendiri yang sedang dijalani? apakah ada market? apakah bisnis nya layak untuk dijalani?

4. How big is the market

Nah, di poin ini saya dengan background tidak terbiasa berkutat dengan angka aga sedikit males mengerjakannya, hehehe. Pada poin ini kami diajarkan bagaimana menghitung peluang bisnis yang sedang dijalani, dan sudah berapa persen kah bisnis kami ambil andil dalam pasar. Untuk menjawab pertanyaan ini kami mencari data consumption percapita, market size, dan market share. Konsumsi perkapita adalah jumlah konsumsi setiap  orang atas produk tertentu dalam 1 tahun. Market size adalah nilai penjualan produk sejenis dalam periode 1 tahun. Market share adalah data mengenai nama-nama brand yang berkompetisi di kategori yang sama. cara menghitung market share adalah:

omset 1 tahun / market size x 100%

5. What factors will impact the business

Ini merupakan poin terakhir di area playing field. Setelah berhasil menjawab 4 pertanyaan sebelumnya, yang perlu diketahui mengenai bisnis yang sedang dijalani adalah core environtmen. Terdapat 7 faktor yang menjadi faktor berpengaruh pada bisnis kita, yaitu:

Setalah berhasil mengidentifikasi dampak negatif dan positif ke 7 poin tersebut terhadap bisnis kita, barulah rencanakan tindakan apa yang akan kita lakukan/mitigasi.

Setelah mencoba menjawab kelima pertanyaan di playing field ini, dan menyadari bahwa produk kita tidak potensial, apa yang harus dilakukan? sebelum mengakhiri apa yang telah dipilih dan diperjuangkan menjadi sebuah bisnis selama ini, ada baiknya mencoba strategi konvergen-divergen., yaitu strategi yang menuntun kita apakah perlu di spesifikan solusi yang ditawarkan atau malah perlu diperluas?

contoh strategi konvergen

 

contoh strategi divergen

 

contoh pivot strategy

strategi yang perlu dicoba apabila bisnis kita ternyata sudah tidak trend

 

Sekian sharing saya tentang apa yang saya dapat di coaching class Top 30 Makerfest 2018 mengenai Smart Business Map di area playing field, saya akan lanjut sharing market landscape dan Operatioanl Profitability di posting selanjutnya ya. Untuk yang mau mencoba menjawab kelima pertanyaan di area palying field boleh sharing hasilnya di kolom komentar ya. Terima kasih 🙂

 

 

 

 

2 thoughts on “3 tahapan membangun dan mengembangkan bisnis

  1. […] SBM (Smart Business Map). Jadi sebelumnya saya sudah berbagi mengenai tahapan pertama di SBM disini ,sekarang saya mau melanjutkan sharing mengenai tahapan selanjutnya yaitu market landscape dan […]

  2. […] yang lupa, bisa baca part1 nya disini, dan part 2 nya disini, bagi yang masih inget -inget aja boleh langsung lanjut aja baca part 3 nya, […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Dapatkan kabar tebaru dari kami

Kami akan memberitahu kamu apabila ada hal yang menarik yang sedang kami kerjakan