3 tahapan membangun dan mengembangkan bisnis (part 2)

Yuuu kita lanjutkan sharing saya tentang coaching class dari coach  Ferdy D. Savio mengenai SBM (Smart Business Map). Jadi sebelumnya saya sudah berbagi mengenai tahapan pertama di SBM disini ,sekarang saya mau melanjutkan sharing mengenai tahapan selanjutnya yaitu market landscape dan operational profitability.

MARKET LANDSCAPE

Tahapan ini dimulai dengan pertanyaan

1. Why do people choose you

Untuk mengetahui jawaban dari pertanyaan poin ini, diharuskan mengetahui terlebih dahulu, siapa saja sih kompetitor kita? Pada poin ini kami disuguhi dengan kolom yang harus diisi dengan nama brand kompetitor, mengetahui apa kelebihan mereka, kekurangan mereka, target pasar mereka, dan apa yang bisa kami ‘manfaatkan’ dari situ. Setelah mendapatkan semua nya, barulah kami digiring untuk melakukan ‘unique selling proposition”pada brand kami. Diharuskan.

Terdapat 8 keyword yang harus dipilih satu atau maximal 2 yang menjadi kan brand kami unik dan ‘lebih’ dibandingkan kompetitor. Cara mencari USP adalah:

  • bandingkan brand kita dengan standarisasi yang sudah harus menjadi kewajiban di industri tersebut, misal brand handmade standarnya ya harus merupakan produk yang dibuat tangan, bukan mesin
  • cari kekuatan brand kita dimana
  • tentukan berapa banyak USP yang mau dipilih? Harus 1 atau 2, supaya brand kita menjadi Top of Mind, “kalo saya cari smartphone harga murah ya saya pilih brand A, kalo smartphone canggih ya saya pilih brand B”

yang perlu diingat ketika menentukan USP adalah:

Poin selanjutnya setelah menentukan USP adalah, positioning, singkatnya kami diharuskan menentukan

“brand nya mau dikenal sebagai apa?”

dari pertanyaan diatas berlanjut ke pertanyaan

“what do you promise to your customer?”

ini merupakan janji yang sangat wajib ditepati dan dilakukan dengan konsisten, dan hal ini yang bisa dijadikan sebuah tagline dari sebuah brand

2. How do you sell your product?

Pertanyaan yang pertama keluar adalah : “berapa harga jual produk/jasa kamu?”

Disini kami dibei tahu tentag mengenai pricing strategy, komponen yang menentukan harga jual adalah pajak, kompetitor, biaya produksi, USP, target market, dan sensitifitas (persentase selisih harga yang bisa bikin konsumen pindah ke tempat lain).

Setelah mengetahui harga jual produk, yang perlu dikejar dari calon konsumen adalah

aware -> try -> buy -> repeat

  • build awarness

Dengan cara advertising, iklan. Media yang dipilih untuk menjadi iklan pun harus disesuaikan dengan target pasar, apabila target kita adalah orang yang sering mengakses instagram, ya pilih nya instagram, apabila target nya adalah orang yang sering ke pasar, ya bikin iklan pake baligo yang dipasang dekat pasar. Paid promote ke selebgram dan memilih brand ambassador untuk brand kita pun merupakan usaha yang bisa dipilih untuk build awarness calon konsumen terhadap produk kita.

  • make people try

Cara membuat calon konsumen mau mencoba  produk/jasa kita adalah dengan promosi, salah satunya dengan memberikan diskon. Setelah memberi diskon dan ternyata orang itu mau mencoba, sebaiknya kita membuat database konsumen, database mungkin tidak akan secara langsung berpengaruh pada penjualan pada saat itu juga, tetapi akan menjadi modal yang utama apabila brand kita memproduksi produk/jasa baru di masa depan, atau bahkan bisa menjadi pihak yang dapat membantu jika suatu saat brand kita down atau susah mencari konsumen baru. Maka jangan sepelekan database yaa.

  • where can they buy?

Disini kami diharuskan menentukan apa saja jalur distribusi untuk produk/jasa kami. Apakah offline? menggunakan distributor, atau toko, atau modern market. Ataukah menggunakan online? menggunakan website, atau social media, atau marketplace. Atau malah keduanya. Lalu bisa memilih mau direct selling atau indirect selling, artinya mau jualan langsung bertemu dengan konsumen ataukah konsumen harus ke distributor atau toko tertentu untuk mendapat produk nya.

  • make them buy again

Yap, sudah barang tentu dong kita mau nya ya punya pelanggan tetap, beli sekali, eh ternyata suka, beli lagi, beli lagi, sampai tiap ada produk baru keluar dia akan beli lagi. Dan tahukah kamu, apa yang membuat konsumen menjadi pelanggan tetap?

8. How do you keep your customer

“a happy customer is a loyal customer”

Yaaa… kuncinya kita harus membuat konsumen kita B A H A G I A. ambil contoh Bank yang melayani customer service 24 jam, Bank juga memperlakukan konsumen dengan ramah dan penuh hangat dimulai dari Pak Satpam yang membukakan pintu sambil tersenyum, semua itu dilakukan supaya konsumen happy, supaya menjadi konsumen yang loyal. Begitu.

Terdapat 4 level posisi konsumen terhadap brand tertentu, yaitu

satisfied-> Loyal -> Engage-> Advocate

Tingkatan itu harus diusahakan kita sebagai penyedia produk/jasa step by step terhadap konsumen, tidak bisa langsung loncat ke advocate. Sekarang timbul lagi pertanyaan “Bagaimana caranya?”, saat itu kami diberitahu mengenai customer management system, yaitu:

know your customer-> build loyalty program -> engagement

Bagaiman cara mengetahui konsumen kita? jawabannya, DATA BASE

Terdapat 10 hal yang perlu diketahui oleh kita penyedia produk/jasa, yaitu:

  1. siapa mereka
  2. apa pekerjaan mereka
  3. apa alasan mereka membeli
  4. kapan mereka membeli
  5. bagaimana cara mereka membeli
  6. berapa uang yang mereka miliki
  7.  apa yang membuat mereka senang saat membeli
  8. apa yang mereka harapkan dari anda
  9. apa persepsi mereka terhadap anda
  10. apa persepsi mereka terhadap kompetitor

Lalu, buatlah semacam customer loyalty program , contohnya tiap belanja dapat poin yang bisa ditukar dengan hadiah tertentu. Atau apabila di perusahaan besar, buatlah customer gathering, yang bisa diisi dengan acara untuk menyusun emosi customer supaya loyal terhadap brand kita. Yang paling nyata dan paling mudah sih untuk brand saya pribadi adalah building engagement through social media, kalo yang ini sudah pada jago kali ya, hihihi, semua posting social media ada ‘udang dibalik batu’ nya atau memperkuat interaksi kita dengan konsumen.

OPERATIONAL PROFITABILITY

Ada yang sudah cangkeul baca tulisan terus? hemm bagaimana kalo kita lihat ilustrasi ilustrasi sejenak supaya mata ga pegel, yuk ah

cerita lengkap gif ini bisa dilihat di Instagram @tropicalpopsiclestore

area operational profitability  dimulai dengan pertanyaan

1. How can you increase your revenue?

Karena kunci keharusan bin wajib dari sebuah bisnis adalah, bisnis harus U N T U N G. Bagaimana cara supaya untung?

profit = revenue – cost

to increase profit is increase revenue or decrease cost

Cuman itu kuncinya.

Sekarang bagaimana untuk meningkatkan revenue?

Widiiiw widiiiw udah panjang banget nulisnya hari ini, padahal area  operational profitability baru bahas poin pertama, masih ada ribuan juta poin selanjutnya, engga deng becanda , hemmm, baiklah aku lanjut untuk  operational profitability di posting selanjutnya saja yaaa. See you very very soon.

 

 

Tagged , , , ,

1 thought on “3 tahapan membangun dan mengembangkan bisnis (part 2)

  1. […] yang lupa, bisa baca part1 nya disini, dan part 2 nya disini, bagi yang masih inget -inget aja boleh langsung lanjut aja baca part 3 nya, ini dia, jeng jeng […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Dapatkan kabar tebaru dari kami

Kami akan memberitahu kamu apabila ada hal yang menarik yang sedang kami kerjakan