3 TAHAPAN MEMBANGUN DAN MENGEMBANGKAN BISNIS (PART 3)

Haii apakabar semuanya?maaf banget banget postingan tentang 3 tahapan membangun dan mengembangkan bisnis part 3 nya dihold cukup lama banget, karena satu dan lain hal, banyak yang harus dikerjakan.

Buat yang lupa, bisa baca part1 nya disini, dan part 2 nya disini, bagi yang masih inget -inget aja boleh langsung lanjut aja baca part 3 nya, ini dia, jeng jeng jeng.

OPERATIONAL PROFITABILITY

Kemarin sudah mulai disiggung part ini mengenai

1. How can you increase your revenue?

Karena kunci keharusan bin wajib dari sebuah bisnis adalah, bisnis harus U N T U N G. Nah bagaimana cara supaya untung?

profit = revenue – cost

to increase profit is increase revenue or decrease cost

Cuman itu kuncinya.

Sekarang bagaimana untuk meningkatkan revenue?

Dari diagram diatas, bisa ketahuan apa aja nih yang bisa kita olah bolak balik untuk bisa meningkatkan revenue, bisa bermain di naik atau turunkan volume produk/jasa kita, atau dinaik atau turunkan harga produk/jasa kita, dan apa aja sih faktor yang mempengaruhinya.

Nah , setelah itu kami diberitahu strategi apa saja yang mungkin bisa mempengaruhi revenue brand kita, dia adalah vertical horizontal srategy. Vertical strategy  adalah usaha kia untuk menambah nilai pembelian dari konsumen yang sudah ada, contohnya bisa dilakuan dengan cara bundling produk, buy 2 get 1 free, menambah variant produk, atau lihat contoh hotel yang bisa mendapatkan penghasilan dari sewa tempat spa, kolam renang, gym, padahal kan inti sebenarnya hotel penghasilanya dari sewa kamar.

Horizontal strategy adalah menambah jumlah pembelian dengan menambah konsumen atau pelanggan baru, contohnya bisa dilakukan denan cara promosi, atau menambah gerai seperti yang dilaukan Indomaret, gerai nya ada dimana-mana banget ga sih.

2. How can you manage your cost?

cash is a king, profit is a queen

Coach  Ferdy ingin mengingatkan kepada kami saat itu, apalah arti keuntungan yang ada di atas data/kertas, apabila tidak ada cash di tangan.

 

dan supaya untung,

cash inflow > cash outflow , dan

inflow harus lebih cepat dari pada outflow

Setelah mengenal inflow dan outflow, sekarang mari kita singgung mengenai fix cost dan variable cost

Ketika kita baru memulai sebuah bisnis, kita sebaiknya tidak terlau banyak menggunakan fix cost, gunakan saja variable cost, biar aman kata coach Ferdy. Yang termasuk fix cost adalah gaji karyawan, sewa tempat, cicilan (apabila modalnya dari meminjam) merupakan biaya yang tetap tidak akan berubah selama periode tertentu dan dikeluarkan tidak bergantung pada aktivitas bisnis kita, sedangkan variable cost adalah biaya yang berubah secara proporsional dengan aktivitas bisnis.

2. what is your core resources?

Ada 4 faktor yang bisa kita lakukan untuk memenej core resources kita, yaitu

  • quantity control

Dengan mempebanyak jumlah supplier, sehingga kita tidak bergantung pada 1 supplier saja, jika hanya 1, itu akan sangat mempengaruhi kita jika sesuatu terjadi padanya, kalau supplier  tsb tiba-tiba bangkrut bisa kacau kan ke kita nya juga. Supplier  merupakan partner kita, maka bangun lah hubungan yang baik. Kalau ternyata supplier kamu banyak coba buatlah daftar core resources bisnis kita, dan hanya fokuslah pada 20% top core resources, dan buatlah hubungan yang baik dengan mereka.

  • quality control

Sudah barang tentu faktor ini harus kita menej dan terus mengembangkannya seiring berkembangnya bisnis kita. Kualitas desain, kualitas produsi, kualitas customer service,dll.

  • cost control

Nah salah satu caranya dengan membuat kontrak atau kerjasama dengan para suplier kita.

  • Term of Payment

Berkenaan dengan faktor cost control, buatlah kesepakatan dengan supplier untuk membayar bahan bakunya belakangan saja, atau apabila kita menggunan jasa pinjam dana untuk modal, buatlah kesepakatan untuk boleh melakukan cicilan dengan term yang lebih panjang, itu lebih bak 🙂

3. How do you develope your team?

Apakah saat ini kamu seorang CEO? 

Chief Everything Officer

 

Ketika dirasa bisnis kita membutuhkan  sebuah tim untuk menjalankannya, mulailah dengan mengisi 5 posisi ini

 

terus cara cari orang untuk mengisi posisi-posisi tersebut bagaimana?

proses people development terdiri dari 3 tahapan, yaitu

input adalah proses seleksi karyawan, yang diisi oleh 6 tahapan

dilanjut dengan tahap process ketika kita sudah berhasil memilih karyawan untuk posisi yang diharapkan dengan melalui 4 tahapan

setelah berlangsung lama atau selama periode tertentu, dilakukan tahap output yang terdiri dari 3 tahapan

“If you can’t measure something,

you can’t understand it,

If you can’t understand it,

you can’t control it,

if you can’t control it,

you can’t improve it.”

-H. James Harrington

Dan bagaimana mendevelop orang-orang yang sudah bekerja untuk kita?

Nah, begitu deh katanya coach Ferdy D. Savio mengenai SBM (Smart Business Map), lebih kurang nya mohon dimaklumi ya sudah pasti kesalahan saya kalau ada yang kurang tepat dalam menyampaikan, semoga bisa membantu teman-teman yang mau atau sedang memulai bisnis, karena jujur workshop ini sangat membantu dan sangat membantu bagi kami Top 30 maker kota Bandung di acara Makerfest 2018.

Sampai jumpa di postingan berikutnya yaa, see you 😉

Tagged , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Dapatkan kabar tebaru dari kami

Kami akan memberitahu kamu apabila ada hal yang menarik yang sedang kami kerjakan