Sosialisasi BISMA (Bekraf Information System Mobile Application)

Hari Minggu tanggal 21 Mei 2017 kemarin, bertempat di Trans Luxury Hotel Bandung, Tropical Popsicle menghadiri acara dari Badan Ekonomi Kreatif atau disingkat menjadi BEKRAF.

BEKRAF mengundang para pelaku kreatif untuk hadir dalam acara sosialisasi BISMA, aplikasi baru yang diperkenalkan akan sangat membantu pelaku ekonomi kreatif sebagai wadah database para pelaku di bidang seni pertunjukan, seni rupa, televisi radio, aplikasi games, arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, periklanan, musik, penerbitan, fotografi, desain produk, fashion, film animasi dan video, kriya, kuliner, penanam modal, penyokong keuangan, inkubator, perguruan tinggi, dan asosiasi. BISMA ini juga merupakan sumber informasi tentang update acara dari BEKRAF, update next pameran, serta update informasi dari sesama pelaku bisnis.

 

Pada sesi pertama panel 1, acara tersebut diisi oleh speaker & narasumber yang berbicara mengenai masa depan ekonomi kreatif. Ada Andrian Ishak (namaaz dining) yang berbicara mengenai bisnisnya di bidang molecular gastronomy yaitu restorannya di Jakarta yang menyuguhkan santap sajian makanan khas Indonesia melalui experience berbasis 5 indra manusia (mata, hidung, lidah, telinga, kulit). Dilanjutkan oleh Regi Wahyu (daltabol) yang berbicara mengenai apa yang akan terjadi di dunia ekonomi kreatif masa depan. Di tengah-tengah acara datang Bapak Wali Kota Bandung, M. Ridwan Kamil yang memberikan semangat untuk para pelaku ekonomi kreatif.

Lalu dilanjutkan dengan sharing oleh Pidi Baiq mengenai karakter apa yang sebaiknya dimiliki setiap orang untuk menjalani hidup sebagai orang kreatif, pidi baiq lalu membawakan lagu ciptaannya tentang anjingnya bernama kucing, dan lagu tentang kunang-kunang. Sesi1 ditutup dengan closing performance oleh Andrian Ishaq yang melempar bebas liquid nitrogen ke arah penonton.

Sesi pertama panel 2 diisi oleh bapak-bapak dan ibu dari BEKRAF mewakili deputinya masing-masing memperkenalkan dan menyatakan mereka siap membantu mensupport para pelaku ekonomi kreatif Indonesia. Ada Deputi Riset, Edukasi, dan Pengembangan, Deputi Akses Permodalan, Deputi Infrastruktur, Deputi Pemasaran, Deputi Fasilitas Hak Kekayaan Intelektual dan Regulasi, dan Deputi antar Lembaga dan Wilayah.

Setelah break isoma, acara dilanjutkan sesi ketiga, sesi ini para peserta dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai minatnya, ada kelompok dengan diskusi tentang Fotografi produk untuk meningkatkan nilai jual oleh Galih Sedayu. Kelompok kedua diisi dengan tema Molecular Gastronomy, kreatifitas sebagai modal utama oleh Andrian Ishak, Marketplace Catering oleh Andy Fajar Andika (Kulina). Kelompok ketiga diisi dengan tema Trend Forcasting oleh Dina Midiani. Lalu kelompok keempat diisi dengan tema ICT-based creative industries/supporting system oleh Ahmad Gumnizar, Ruly Kustandar, Hasbi Asyadiq, dan Ajie Santika.

Setelah sesi kedua ini selesai, peserta dibagikan merchandise berupa tas kecil, notes, flash disk lucu dari kayu.

Oh ya,di luar ruang seminar ada beberapa booth peserta acara yang beruntung yang diberi kesempatan untuk mendisplay produknya di area exhibition. Kebetulan salah satu desainer kita berkesempatan untuk mendisplay produknya, Rivenhill.goods.

Acara tersebut juga merupakan wadah sharing dari pelaku bisnis yang sudah berhasil mengembangkan bisnis sebelumnya, serta acara ini merupakan ajang konsultasi para pelaku bisnis kreatif, terdapat booth khusus untuk para pelaku bisnis kreatif berkonsultasi mengenai HKI (hak paten, hak merk, dll) serta booth untuk langsung berkonsultasi dengan deputi-deputi di Badan Ekonomi Kreatif itu sendiri.

Tagged ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Close
Dapatkan kabar tebaru dari kami

Kami akan memberitahu kamu apabila ada hal yang menarik yang sedang kami kerjakan